Lyrics
Radio
Zodiac

Mau Bikin Startup? Yuk Pahami Dulu 4 Jenis Istilah Pendanaan Startup yang Wajib Kamu Tahu!

Posted On : Startup - hsetiawan | Apr 7, 2019

Dunia bisnis berbasis teknologi sekarang ini memang sedang marak dikembangkan. Perilaku ini dapat kita lihat dari banyaknya startup yang bermunculan dewasa ini. Startup sebagai sebuah perusahaan rintisan tentu saja membutuhkan sejumlah dana agar dapat mengerakkan roda bisnisnya dengan lebih cepat.



Dengan adanya pendanaan dari para investor, para perusahaan rintisan ini pun akan sangat terbantu dalam mengembangkan produk maupun jasanya. Dalam tahapan pendanaan yang diberikan investor ini sendiri, ada beberapa istilah penting yang perlu diketahui jika anda memutuskan untuk terjun ke dalam dunia startup. Berikut detailnya:

1. Pendanaan Startup Tahap Awal (Seed Round)

Pendanaan pada tahap pertama ini lebih dikenal dengan istilah seed round. Pendanaan yang diberikan oleh investor pada tahapan ini dipercaya akan membantu startup untuk dapat memiliki kantor yang cukup representatif untuk menyelesaikan prototipe produk mereka dan juga untuk merekrut talenta-talent hebat.

Tujuan lain dari pendanaan ini adalah untuk mencari tahu bagaiman potensi dari produk yang sedang dibuat dan untuk mengidentifikasi calon pengguna atau pasar yang sesuai dengan produk yang akan dikembangkan.

Untuk tahap pendanaan seed round startup di Indonesia, nilai investasi berkisar antara Rp 500 juta hingga Rp 2,5 miliar. Besar kecilnya dana investasi yang diberikan juga tergantung dari berapa banyak biaya yang dibutuhkan oleh startup tersebut. Biaya tersebut biasanya digunakan untuk biaya pemasaran, gaji pegawai, biaya kantor, dan lain-lain. Biasanya pada tahapan seed founding ini orang-orang terdekat yang terlibat di dalamnya seperti keluarga, angel investor atau venture capital yang fokus untuk memberikan pendanaan startup pada tahap awal.


2. Pendanaan Dari Angel Investor

Pendanaan tahap kedua adalah tahapan dimana pendanaan diberikan oleh Angel Investor dimana pendanaan ini mempunyai tujuan utama untuk memperoleh pengguna awal, mendapatkan pemasukan dan untuk memperbaik produk. Setelah prototipe produk selesai, biasanya startup akan melakukan uji coba pada produk mereka dengan menawarkan demo ke orang - orang terdekat atau langsung meluncurkan ke publik.

3. Pendanaan Seri A

Ketika produk dari sebuah startup telah mencapai tahap Beta dan siap untuk dipakai oleh pengguna dengan jumlah tertentu makan tahapan pendanaan startup seri A pun dimulai. Investor tidak akan dengan terburu-buru mengucurkan dana yang lebih besar dari sebelumnya jika dirasa satu startup belum bisa mendapatkan pasar dan basis pengguna.

Pada tahapan ini umumnya founder startup akan mencari tahu model bisnis yang tepat dengan cara melakukan scaling produk mereka ke wilayah lain yang memiliki ciri khas yang sama. Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah mencari tahu model bisnis yang tepat.

Besar nilai dari tahap seri A ini sangat beragam tergantung dari berapa besar potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh startup tersebut. Rata-rata jumlah dana yang diberikan oleh investor pada Seri A ini berkisar dari Rp 10 Miliar sampai dengan 33 Miliar. Pada tahap ini, investornya pun biasanya memiliki keahlian dan jaringan yang luas.

4. Pendanaan Seri B

Pendanaan startup pada tahapan Seri B ini adalah pendanaan yang biasanya dimulai dengan kisaran nominal investasi dari Rp 22 Miliar sampai dengan Rp 80 Miliar. Pendanaan pada level dianggap masih belum mampu diserap oleh startup lokal Indonesia.

Hal ini mungkin disebabkan oleh ketidakcukupan basis pengguna yang dapat menghasilkan keuntungan seperti yang diminta investor. Pendanaan pada tahap ini biasanya akan digunakan untuk memaksimalkan ekspansi pasar, model bisni dan basis pengguna yang lebih luas.

 0 Komentar  10
Login To Leave a Comment, Login Now
There are 0 replies

Be The First To Leave A Comment...