Lyrics
Radio
Zodiac

Beginilah Dampak Pada Anak Jika Terlalu Sering Di Banding-Bandingkan dengan Anak yang Lainnya!

Posted On : Parenting - idpelago | Feb 13, 2019

Kita semua tahu bahwa tidak mungkin bagi anak-anak melewati satu hari tanpa berulah. Bermain, berlari, terjatuh lalu menangis karena kesalahan diri sendiri, tapi begitulah yang dinamakan anak-anak. Untuk masalah sepele ini, anda pasti dapat memakluminya. Namun, ketika anak anda malah justru memukul dan mengigit temannya hingga menangis, yang perlu anda lakukan adalah menasehati anak anda. Sayangnya di sela - sela kata nasihat, mungkin anda secara tidak sadar membandingkan anak anda dengan anak yang lain.



"Adi, Kamu kok nakal sekali sih? Lihat teman kamu si Anto, dia tenang dan nggak nakal", nah anda pasti pernah begitu kan? Sebenarnya menasehati anak dengan membandingkannya dengan anak yang lain boleh atau tidak? Yuk simak ulasan berikut ini yah.

Mengapa orangtua cenderung membandingkan anak?

Kecenderungan orangtua untuk membanding-bandingkan anaknya sendiri dengan anak orang lain (atau bahkan saudara kandung si anak itu sendiri) sebetulnya berangkat dari naluri manusia paling dasar.

Manusia memang senang membanding-bandingkan sesuatu dengan yang lain. Ini adalah cara berpikir secara rasional untuk dapat membedakan yang mana yang baik dan mana yang buruk. Suka atau tidak suka, semua ini terjadi di bawah alam sadar anda.

Itulah mengapa sebagian besar orang tua "keceplosan" membandingkan anaknya dengan teman-teman sepermainannya, dengan harapan agar anak tersebut dapat berubah menjadi sebuah pribadi yang jauh lebih baik lagi setelah diberikan contoh oleh orang tua.

Walaupun kita menganggap kebiasaan ini sebagai sesuatu yang wajar dan hal yang biasa-biasa saja, Namun apakah cara seperti ini adalah cara yang baik untuk anak anda?


Efek membandingkan anak dengan anak lain

Dengan anda membandingkan anak anda dengan teman-temannya, mungkin itu dapat memberikan ia gambaran bagaimana seharusnya mereka bersikap. Dengan catatan, kalau nasehat ini ditanggapi secara positif oleh sang anak, ia akan termotivasi untuk mengubah dirinya menjadi lebih baik lagi.

Tapi pada prakteknya, hanya sebagian kecil anak yang dapat menanggapi nasehat orang tua dengan demikian. Tahukah anda kalau anak-anak tidak menerima kritikan, dan mereka juga belum tentu mengerti harus bagaimana merespon kritikan tersebut.

Terlebih meski terdengar pahit, nyatanya tidak semua orangtua akan menindaklanjuti “perbandingan” tersebut dengan solusi nyata untuk membimbing atau mendidik anak mereka supaya lebih baik lagi.

Kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada anak jika Anda sering membandingkannya, antara lain:

1. Anak meragukan dirinya sendiri

Efek buruk yang dapat terjadi jika anda terus membandingkan anak anda tanpa memberikan ia kesempatan untuk memperbaiki diri sendiri adalah lambat laun itu akan membuat diri sang anak cenderung meragukan dirinya sendiri. Terutama ketika ia tahu kalau ada orang lain yang lebih unggul dari dirinya.

Anda sebagai orang tua cukup memberi tahukan kepada anak apa yang seharusnya ia lakukan dan terus membimbingnya agar ia dapa berubah menjadi lebih baik. Cara seperti ini dianggap lebih baik bagi anak untuk membantu anak anda selain dengan membanding-bandingkannya dengan anak yang lain.

2. Anak merasa cemburu

Tahukah kamu bahwa cemburu itu tidak hanya melulu terjadi pada antara pasangan saja loh. Anak-anak juga bisa merasakan hal yang sama. Ketika anda terus membandingkan dirinya dengan anak-anak lain yang lebih baik, sang anak tentu menjadi cemburu karena mereka menganggap bahwa anak lain adalah anak yang difavoritkan oleh orang tuanya sendiri.

Kecemburuan yang terpupuk sejak kecil tidak baik untuk kesehatan jiwa anak karena dapat menimbulkan kebencian, permusuhan, atau kekecewaan mendalam baik pada diri sendiri maupun orangtua dan teman-temannya.

3. Anak menjadi berpikiran negatif

Awalnya anak mungkin merasa terpacu untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Namun jika anda tidak pernah memberikan apresiasi kepada usaha yang telah anak anda lakukan, dan anda malah terus membandingkannya dengan anak yang lain, ia akan menjadi tidak pernah merasa bangga dan puas dengan apa yang dilakukannya. Sang anak akan dirundung oleh pikir negatif bahwa ia tidak akan pernah sukses karena terus cemas dan takut gagal. Akibatnya, ia menjadi tidak percaya diri pada kemampuannya, dan semakin terpuruk dalam pikiran negatifnya sendiri.

4. Hubungan orangtua dengan anak jadi renggang

Terus mengatakan bahwa selalu ada orang lain yang lebih baik daripada anak lama-lama bisa menimbulkan kesalahpahaman. Anak mungkin merasa dihina, disudutkan, tidak diperhatikan, dan tidak pernah didukung oleh orangtuanya sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ia mungkin juga menganggap bahwa Anda tidak menyayanginya.

Emosi anak yang tidak stabil bisa meluap karena ini sehingga akhirnya Anda akan langgangan beradu mulut dengan anak. Suasana kekeluargaan yang harusnya hangat justru memanas dan bisa merenggangkan hubungan anak dan Anda.

Login To Leave a Comment, Login Now
There are 0 replies

Be The First To Leave A Comment...