Search Anything :
  
Signup Now & Get a Free Backlink!
We can help you get more exposure!
Create Your Own Community
Heboh, Dirut RS Minta Maaf karena Khilaf Sebut COVID-19 Virus Biasa
by idpelago 1 month ago 146 views
Heboh, Dirut RS Minta Maaf karena Khilaf Sebut COVID-19 Virus Biasa

Seorang dokter yang merupakan direktur utama RSUD Kota Mataram, Lalu Herman Mahaputra, tengah ramai diperbincangkan di media sosial pasca video podcast-nya tayang dan menuai kontroversi. Tidak sedikit orang yang menilai pernyataan dokter itu terlalu menyepelekan bahaya virus Covid-19 dan dapat menimbulkan misinformasi pada orang banyak.

Kini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah menanggapi keresahan masyarakat dan meneruskan permintaan maaf dan klarifikasi dari dokter tersebut.

Dr Jack, sapaan akrab dr Lalu Herman Mahaputra dalam permintaan maafnya melalui IDI menjelaskan bahwa ucapannya dalam video kanal YouTube ‘Jalan Tengah’ itu disampaikan karena khilaf. Ia minta maaf kepada teman sejawat dan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.

Ia mengatakan pernyataannya itu dibuat untuk mengurangi kecemasan masyarakat terhadap pandemi Covid-19, meski ia mengakui bahwa dalam penyampaiannya tidak diterima dengan baik oleh semua orang.

Dalam keterangan pers tersebut, IDI juga menegaskan COVID-19 di NTB tidak boleh disepelekan. Berdasarkan data prediksi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram dan Tim Epidemiologi, puncak wabah Covid-19 di NTB adalah pada Agustus 2020 dan akan menginfeksi sekitar lima ribu orang.

Dijelaskan pula kasus di NTB hanya 5% saja yang berbahaya dan membutuhkan alat ventilator untuk membantu pernapasan, sedangkan 80% pasien gejala ringan dan tanpa gejala (OTG).

Sebelumnya, dr Jack tampil dalam video podcast dengan TGH. Muammar Arafat, pemilik kanal YouTube 'Jalan Tengah'. Beliau mengatakan, dalam kurun waktu tiga bulan menangani pasien Covid-19, tidak ada pasien yang meninggal murni karena Covid-19.

"Mereka yang telah dinyatakan positif terpapar Covid-19 kemudian meninggal ataupun yang meninggal terlebih dahulu baru kemudian dinyatakan positif adalah pasien yang memiliki penyakit bawaan, seperti diabetes, jantung, pneumonia berat, hipertensi dan lain sebagainya. "Ini cuma virus biasa saja kok," lanjutnya.

Dalam video itu, ia mengakui bahwa mungkin pernyataannya sedikit nyeleneh, namun ia berani mempertanggungjawabkannya lantaran didasari pengalaman sebagai dokter dan direktur RS.

Selain itu, ia juga menyebutkan obat untuk virus Covid-19 bukan vaksin tapi kebahagiaan. Menurutnya, kebahagiaan seseorang dapat meningkatkan imun tubuh dan membentuk antibodi, sehingga dapat melawan virus yang masuk ke dalam tubuh.

“Untuk itu kita harus bahagia. Dengan bahagia, tetap bekerja, berolahraga, beraktivitas seperti biasanya dan minum vitamin. Imunitas kita akan bertambah,” ucapnya.

Maka dari itu, dr Jack pun mendukung pemerintah untuk membuka kembali fasilitas publik seperti tempat ibadah, rekreasi, dan juga mal. Jika orang berdiam diri terus di rumah, menurutnya justru akan membuat semua orang terinfeksi virus korona akibat stres.

Mengenai hal ini, IDI Cabang Mataram mengatakan Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikologi (DKJPS) melalui terapi bahagia bukanlah terapi utama namun bisa dijadikan terapi tambahan.

Dr Jack tetap memperingatkan masyarakat agar tetap mematuhi instruksi pemerintah, menjalani pola hidup yang sehat, dan protokol kesehatan yang ada. Kini video yang menuai kontroversi itu telah dihapus dari YouTube.

Baca Juga :

1
146 views
Comments
Be First to Comment...